Rabu, 29 Oktober 2014

IPTEk telephone 2



Perkembangan Infrastruktur Nirkabel

Perkembangan teknologi sangatlah begitu cepat , perkembangan dari infrastuktur nirkabel khususnya pada handpone. Hanphone sebagai alat berkomunikasi tercatat mengalami perkembangan yang sangat luar biasa cepatnya. Marilah kita lihat perkembangannya antara lain :

Generasi pertama atau disebut juga 1G merupakan teknologi hanphone pertama yang mengusung sistem analog, seperti AMPS (Advanced Mobile Phone System). Teknologi ini digunakan pada tahun 1970 seiring penemuan terbaru pada mikroprosesor untuk komunikasi nirkabel. AMPS memakai frekuensi antara 825 Mhz- 894Mhz dan dioperasikan pada Band 800 Mhz. Karena sifat perangkat ini adalah analog, maka sistem yang digunakan masih sangat bersifat regional. Kekurangan dari generasi 1-G adalah kecepatannya masih sangat rendah (low-speed) dan ukurannya masih terlalu besar. Ukuran yang cukup besar ini disebabkan baterai yang digunakan besar dan performa baterai yang kurang baik. Selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas. Karena penggunaan terbatas hanya pada jangkauan area telpon seluler. Teknologi 1G hanya dapat bisa melayani komunikasi suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS(Analog Mobile Phone System

Pada perkembangan selanjutnya datanglah Generasi 2G, muncul karena tuntutan kebutuhan pada pasar akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah mengaplikasikan teknologi digital. Pada generasi ini digunakan mekanisme Time Division Multiple Access(TDMA) dan Code Division Multiple Access ( CDMA) dalam teknik komunikasinya. Pada generasi 2G mulai memperkenalkan teknologi layanan untuk pertukaran data, namun hal ini masih tergolong sangat sederhana karena masih kecepatan pada bandwidth 14,4 kbps. Pada generasi 2G terdapat layanan yang dikenal masyarakat dengan nama layanan pesan singkat atau SMS (Short Message Service). Selain itu juga terdapat voice mail, call waiting, dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Pada kecepatan itu cukup untuk mengirimkan SMS, download gambar, atau ringtone MIDI.

Suara yang dikeluarkanpun menjadi lebih jernih, karena sudah berbasis digital, sebelum dikirim sinyal suara yang berformat analog diubah menjadi sinyal digital. Oleh karena itu memungkinkan dapat diperbaikinya kerusakan sinyal suara karena gangguan noise atau interferensi frekuensi lain.

Baterai yang diperlukan untuk tenaga pengoperasian lebih sedikit sehingga dapat menghemat baterai ,handphone pada generasi 2G dapat dipakai lebih lama dan ukuran baterai lebih kecil. Namun juga terdapat kelemahan pada teknologi 2G yaitu terletak pada kecepatan transfer data terbilang masih rendah (kecepatan rendah – menengah). Selain itu, jangkauan pada jaringan juga masih sangat terbatas sehingga, sangat tergantung oleh adanya sebuah BTS (cell Tower). Contoh: GSM dan CDMA

Tidak lama setelah itu muncul 2.5G adalah sebuah terobosan terbaru di generasi ke dua ini. GPRS adalah akar atau cikal bakal dari munculnya 3G. Muncul pada tahun 1997. GPRS memungkinkan jargoan kata “Always on”, hal ini membuat pengguna selalu terhubung ke internet dimana saja dan kapan saja. Secara teori kecepatan pada gprs mencapai 100kbps, sedangkan pada kenyataannya tidak pernah mencapai kecepatan 40kbps sekalipun. Tetapi GPRS sudah membuat konsumsi baterai lebih irit karena hitungan menjadi per kilobyte bukan lagi permenit. Pada teknologi 2.5 G terdapat juga EDGEyang merupakan kepanjangan dariEnhanced Data for Global Evolution. Jenis teknologi ini adalah  perkembangan dari GSM, rata-rata memiliki kecepatan 3kali dari kecepatan GPRS. Kecepatan akses EDGE secara teori sekitar 384kbps. Fasilitas yang disediakan EDGE sama seperti GPRS (e-mail, mms, dan browsing).

Inilah perkembangan yang sedang dinikmati masyarakat diindonesia yaitu 3G.Teknologi 3G didapatkan dari dua buah jalur saluran teknologi telekomunikasi yang bergerak. Hal ini adalah kelanjutan dari teknologi GSM/GPRS/EDGE dan yang kedua ini adalah kelanjutan dari teknologi CDMA (IS-95 atau CDMAOne). Pada teknologi 3G dikenal adanya UMTS(Universal Mobile Telecommunication Service) merupakan sebuah lanjutan dari teknologi dari GSM/GPRS/EDGE yang merupakan sebuah standard telekomunikasi generasi ketiga, salah satu tujuan utamanya adalah untuk memberikan kecepatan akses data yang lebih tinggi dibandingkan GRPS dan EDGE. Kecepatan akes data dari UMTS adalah sebesar 384 kbps pada frekuensi 5KHz sedangkan pada kecepatan akses yang didapatkan dengan CDMA1x ED-DO Rel sebesar 2.4 Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO relA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi 1.25MHz. Berbeda dengan GPRS dan EDGE yang merupakan overlay terhadap GSM, maka pada teknologi 3G sedikit terdapat perbedaan dengan GSM dan cenderung sama dengan CDMA. Teknologi 3G yang oleh ETSI disebut dengan nama UMTS (Universal Mobile Telecommunication Services memilih teknik modulasi WCDMA(wideband CDMA).

Hal yang paling sangat dikenal dalam teknologi 3G adalah kemampuan video call yaitu layanan dimana kita dapat berkomunikasi langsung melalui mengirimkan gambar secara real time. Perkembangan lainnya adalah video conference, video streaming, baik untuk Live TV maupun video portal, Video Mail, PC to Mobile, serta Internet Browsing.

Perkembangan selanjutnya yang ramai di sudah diaplikasikan pada handphone – handphone terbaru saat ini tetapi belum ada 1 operator pun yang bisa melayani perkembangan teknologi tersebut. Teknologi 4G (Fourth Generation) adalah teknologi kelanjutan dari sebuah proses perkembangan teknologi telepon seluler (mobile phone). Sebelumnya masyarakat telah sangat mengenal dengan teknologi 2G (Second Generation) yang sangat ngetrend dengan teknologi voice call dan SMS. Baru-baru ini masyarakat dikenalkan dengan teknologi 3G (Third Generation) dengan andalannya teknologi video call. Di generasi keempat (4G), masyarakat akan cenderung dibawa pada sebuah koneksi dapat bisa selalu terhubung setiap saat. Atau bisa digambarkan dengan istilah kapan saja, dimana saja dan bahkan dengan perangkat atau alat apa saja.

Istilah 4G digunakan secara luas pada khalayak untuk menggabungkan beberapa macam sistem pada komunikasi broadband wireless access ke dalam sebuah sistem komunikasi dan bukan hanya sistem telepon seluler saja melainkan juga menunjang keberadaan fixed wireless network seperti Wi Fi (Wireless Fidelity) dan Wi Max (Wireless Metropolitan Access). Oleh karena itu, sistem teknologi pada 4G diharapkan menjadi sebuah sistem yang dapat menjembatani antara berbagai macam jaringan broadband wireless access yang telah ada padasecara seamlessly (tidak terasa proses perpindahan antar jaringan yang sedang digunakan) baik itu perangkatnya, jaringannya dan juga aplikasinya. Sehingga diharapkan tujuan akhir nanti dari kemunculan teknologi 4G adalah untuk memuaskan para penggunanya. Dan salah satu parameter yang bisa dilihat adalah dengan meningkatnya permintaan dari pengguna itu sendiri.

Dengan kemampuan pada teknologi 4G yang demikian canggih dalam menyelaraskan berbagai jaringan pada komunikasi pita lebar, hal ini diharapkan kehadiran teknologi seperti 4G ini dapat ditunjang dengan keberadaan industri dan penggunaan perangkat mobile seperti laptop, PDA dan handhelds yang semakin berkembang pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin user friendly. Sejauh ini hanya Boltz milik Lippo Grup yang memberikan layanan 4G di Indonesia, Boltz sendiri adalah alat modem transfer data dengan menggunakan jaringan 4G, sehingga kecepatan data sangat baik. Dan Alat Botz ini mampu mengkoneksi beberapa piranti seperti handpone, laptop dan berbagai jenis alat komunikasi yang dapat terkoneksi pada sistem jaringan.

Pada akhirnya teknologi akan selalu berkembang jika di Indonesia teknolgi 4G masih menjadi isu hangat dan pencapaian yang sangat baik, sudah ada beberapa berita yang mengatakan teknolgi 5G siap di luncurkan.

Sumber ;http://komunikasi.us/index.php/course/2262-perkembangan-infrastruktur-nirkabel

Tinggalkan komentar Yaªª˘°˘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar